TVRI

El Nino Segera Berganti La Nina, Ini Kata BMKG

23 Mei 2024 20:56 WIB
El Nino Segera Berganti La Nina, Ini Kata BMKG

TVRINews, Nusa Dua

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan musim kemarau kali ini berpotensi basah jika anomali iklim La Nina resmi terjadi.

"Kita belum menyimpulkan seperti itu (akan terjadi La Nina). Ada kecenderungan La Nina meskipun lemah akan terjadi. Tapi itu bisa meleset karena datanya masih kurang, tapi ada tren ke sana," kata Dwikorita di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Kamis, 23 Mei 2024.

"Jadi kalau seandainya iya, berarti menjadi basah," lanjutnya.

Baca Juga: Gapai Indonesia Emas 2024 Sektor Air, Menteri Basuki: Kuncinya Reformasi Kelembagaan

Untuk itu, Dwikorita menyebutkan beberapa hal guna mengantisipasi hal tersebut yakni, petani harus diberikan info lebih lanjut agar pola tanamnya menyesuaikan. 

“Saluran-saluran air, sistem drainase harus disiapkan jangan penuh terisi pasir atau sampah nanti tiba-tiba turun hujan yang berlebihan meluap jadi banjir. Danau-danau disiapkan agar bisa tampungannya cukup,” ucapnya.

Baca Juga: Rekayasa Sirkulasi Air Guna Mitigasi Bencana Hidrologi

Sebagai informasi, El Nino merupakan kondisi pemanasan suhu Samudra Pasifik bagian timur. Kondisi itu membuat suhu permukaan laut Indonesia yang berada di Samudra Pasifik bagian barat menjadi lebih dingin. 

El Nino ditandai oleh udara kering dan penurunan curah hujan.  Sedangkan La Nina merupakan kebalikan dari El Nino, yaitu ketika curah hujan meningkat drastis dan iklim menjadi basah.


Sumber: TVRI

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber (ANTARA, RRI atau TVRI).