ANTARA

  • Beranda
  • Berita
  • Polisi Sidoarjo patroli pengamanan bus jurusan Bali

Polisi Sidoarjo patroli pengamanan bus jurusan Bali

18 Mei 2024 19:06 WIB
Polisi Sidoarjo patroli pengamanan bus jurusan Bali
Sejumlah petugas kepolisian Polresta Sidoarjo melakukan patroli di Terminal Purabaya Surabaya khususnya bus dengan tujuan Bali dalam rangka Operasi Puri Agung 2024 pengamanan World Water Forum (WWF) yang diselenggarakan di Bali, Sabtu (18/5/2024) ANTARA/HO-Polresta Sidoarjo
Anggota Polri bersinergi dengan TNI dan Dinas Perhubungan, melakukan patroli dan pengamanan di Terminal Bus Purabaya, Bungurasih, Waru, Sidoarjo dalam rangka Operasi Puri Agung 2024 pengamanan World Water Forum (WWF) yang diselenggarakan di Bali.
 
Kapolsek Waru Kompol Madya Wiraaji Kusuma yang turut mendampingi pengecekan dari Ditbinmas Polda Jatim oleh AKBP Eusebia di Sidoarjo, Sabtu mengatakan pengamanan dengan mengedepankan dialogis secara humanis dilakukan personel gabungan menyasar pada bus kedatangan maupun keberangkatan Bali.
 
"Termasuk mengecek kondisi kelayakan bus, kondisi kesehatan kru bus, identitas diri serta barang bawaan penumpang bus," tuturnya.
 
Ia mengatakan pengamanan dan patroli dialogis di Terminal Purabaya, khususnya terminal bus tujuan Bali dan diharapkan dapat menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan World Water Forum 2024 di Bali.
 
"Melalui pengamanan berupa patroli dialogis baik kepada kru bus maupun penumpang bus di Terminal Purabaya, dapat mencegah terjadinya gangguan kamtibmas selama acara World Water Forum 2024 di Bali," ujar Kompol Madya Wiraaji Kusuma.
 
Di lokasi, Polisi juga mengiimbau kepada masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan, ketertiban guna mensukseskan acara internasional World Water Forum (WWF) ke-10 yang digelar di Bali mulai 18-25 Mei 2024.
 
"Dalam patroli pengamanan yang dilakukan semuanya berjalan dengan aman dan lancar," tuturnya.

World Water Forum ke-10 fokus membahas empat hal, yakni konservasi air (water conservation), air bersih dan sanitasi (clean water and sanitation), ketahanan pangan dan energi (food and energy security), serta mitigasi bencana alam (mitigation of natural disasters).
 
Sebanyak 244 sesi dalam forum tersebut diharapkan dapat memberikan hasil konkret mengenai pengarusutamaan pengelolaan air terpadu untuk pulau-pulau kecil atau Integrated Water Resources Management (IWRM) on Small Islands, pembentukan pusat keunggulan atau praktik terbaik untuk ketahanan air dan iklim atau Centre of Excellence on Water and Climate Resilience (COE), serta penetapan Hari Danau Sedunia.
 
Pemerintah Indonesia mengundang 43 duta besar dan empat organisasi internasional untuk turut berpartisipasi dalam World Water Forum dan menyukseskan acara tersebut.


Sumber: ANTARA

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber (ANTARA, RRI atau TVRI).