RRI

Prokes PON Papua: Tegas, Tidak Dapat Ditawar

27 September 2021 07:07 WIB
Prokes PON Papua: Tegas, Tidak Dapat Ditawar

KBRN, Jayapura: Panitia penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 sudah menegaskan sebelumnya, tidak ada tawar menawar dalam penerapan protokol kesehatan seperti pemakaian masker bagi setiap orang yang terlibat kegiatan PON.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura juga menekankan, pihaknya terus melakukan pengendalian protokol kesehatan di klaster Jayapura. 

Kebijakan Bubble System diterapkan kepada para atlet dan official dengan melakukan screening H-1 sebelum pertandingan. 

Pun para penonton dan pendukung pertandingan juga wajib screening dengan masa 2x24 jam.

"Kita sudah membuat surat ke pihak keamanan dan panitia pertandingan terkait Bubble System ini. Atlet akan di-screening secara berkala apabila Bubble System-nya pecah. Kalau cabang dengan kontak tubuh dipertimbangkan lebih sering (di-screening), tapi kalau cabang olahraga yang lain kita pertimbangkan (tidak sering di-screening) dengan prokes yang telah ditetapkan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr Khairul Lie di Jayapura, seperti dikutip RRI.co.id, Senin (27/9/2021).

BACA JUGA: 1.500 Personel TNI Amankan Obyek Vital Papua

Bagi Khairul yang juga Koordinator Kesehatan Sub Klaster Kabupaten Jayapura, dirinya setuju bahwa tidak ada tawar menawar dalam penerapan protokol kesehatan selama PON berlangsung. 

Para penonton maupun perangkat pertandingan wajib mengenakan masker. 

Apalagi di setiap venue disiapkan Medical Station yang menyediakan tenaga kesehatan maupun sarana kesehatan seperti pendukung prokes, tes antigen hingga vaksinasi.

"Ada 23 Medical Station di venue termasuk di dalamnya ada tenaga kesehatan, peralatan kesehatan, dan sarana-prasarana kesehatan kemudian ada 13 Medical Statopm di luar non-venue. Petugas yang disediakan ada enam dokter spesialis dari Kementerian Kesehatan.

Dari Dinas Kesehatan Provinsi menyediakan empat dokter ring dan lima dokter pertandingan serta ada 52 dokter di medical station ditambah dengan 190 paramedis," kata Khairul Lie menbambahkan.

Khairul menyebut, pihaknya juga sudah menyiapkan dua rumah sakit rujukan utama di Jayapura, termasuk menyediakan ambulans helikopter untuk kebutuhhan kegawatdaruratan ketika jalan darat susah dilalui.

Capaian vaksinasi Covid-19 sebagai syarat amannya kondisi kesehatan masyarakat menjelang PON Papua juga menunjukkan tren menggembirakan di Kabupaten Jayapura. 

Ini merupakan dampak dari massifnya pelaksanaan vaksinasi menjelang PON oleh Dinkes bersama kesatuan TNI dan Polri. 

Kasus terkonfirmasi juga terus menurun, tercatat tinggal 6 kasus. 

Hasil testing yang dilakukan sekarang sebanyak 500-600 per hari hanya 5 atau 6 oranng yang terinfeksi Corona. 

Sebelumnya di bulan Juli 2021 bisa mencapai 40-50 orang.

"Cakupan vaksinasi untuk dosis pertama itu 56,09 persen, ini sudah jauh di atas rata-rata nasional, kita berharap bisa mencapai 60-70 persen. Untuk itu, kita berusaha membuka pelayanan vaksin di setiap puskesmas setiap hari," imbuhnya. (Miechell Octovy Koagouw)

Pewarta: Yorike Fitri
Editor: Nugroho
Sumber: RRI

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber (ANTARA, RRI atau TVRI).