RRI

  • Beranda
  • Berita
  • Bawaslu Akui Sistem Rekrutmen Anggota Sempat Kena Retas

Bawaslu Akui Sistem Rekrutmen Anggota Sempat Kena Retas

20 Agustus 2023 10:25 WIB
Bawaslu Akui Sistem Rekrutmen Anggota Sempat Kena Retas
Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja. Ia mengkui sistem rekrutmen anggota Bawaslu Kabupaten/Kota 2023-2028 sempat tertunda karena kena "hack" (Foto: Humas Bawaslu RI)

KBRN, Jakarta: Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja mengungkapkan alasan lembaganya sempat menunda pengumuman hasil seleksi anggota Bawaslu Kabupaten/Kota 2023-2028. Bagja minta maaf karena sistem rekrutmen atau seleksi Bawaslu mengalami peretasan atau terkena hack.

"Laporan dari teman-teman di Biro SDM bahwa sistem kita di-hack, diserang dari luar. Sehingga, kemudian uploading data mengenai siapa orang ini (calon komisioner), berkas-berkasnya itu terhambat," kata Bagja dalam keterangan persnya, Minggu (20/8/2023).

Bagja pun meminta maaf, jika keterlambatan pengumuman seleksi membuat banyak pihak tidak nyaman jelang Pemilu 2024. Karena, Bawaslu lebih mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam proses rekrutmen jajarannya pada tingkat kabupaten/kota.

"Apakah yang bersangkutan yang dipilih oleh timsel ini pernah menjadi anggota partai atau tidak, pengurus partai atau tidak. Ini yang kami cek, proses itu terus kami lakukan," ucap Bagja.

Kemudian, Bagja menegaskan, Bawaslu harus mencocokan satu per satu rekam jejak calon anggota Bawaslu di Sipol KPU RI. Semua itu, demi memastikan tidak ada anggota parpol dalam daftar calon anggota.

"Harus dicek berkasnya satu-satu, Sipol-nya harus dilihat satu-satu juga, misalnya, ada laporan masyarakat (calon komisioner) anggota partai politik, ini kan memakan waktu juga," ujar Bagja.

Pewarta: Dedi Hidayat
Editor: witokaryono
Sumber: RRI

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber (ANTARA, RRI atau TVRI).