TVRI

  • Beranda
  • Berita
  • World Water Forum ke-10 Resmi Ditutup, Seluruh Agenda Indonesia Berhasil Tercapai

World Water Forum ke-10 Resmi Ditutup, Seluruh Agenda Indonesia Berhasil Tercapai

24 Mei 2024 22:14 WIB
World Water Forum ke-10 Resmi Ditutup, Seluruh Agenda Indonesia Berhasil Tercapai

TVRINews, Nusa Dua

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menutup World Water Forum ke-10 di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua, Bali, pada Jumat, 24 Mei 2024.

Seluruh agenda yang diusulkan Indonesia dikatakannya berhasil tercapai. Bahkan jumlah partisipan juga melampaui harapan yang awalnya sekitar 46 ribu orang terus bertambah hingga 64 ribu.

Meski begitu, Basuki yang juga Ketua Harian World Water Forum ke-10 tersebut menyatakan bahwa pekerjaan belum selesai dan masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Berbagai komitmen yang dihasilkan harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata, dan rasa memiliki yang kuat.

Baca Juga: Indonesia Rintis Kerja Sama dengan Republik Mali di Bidang Sumber Daya Air, Energi dan Transportasi

Untuk pertama kalinya dalam sejarah World Water Forum, Deklarasi Menteri memasukkan Compendium of Concrete Deliverables and Actions atau Ringkasan Hasil-Hasil dan Tindakan, yang mencakup 113 proyek air dan sanitasi senilai USD 9,4 miliar dengan 33 negara dan 53 organisasi internasional sebagai pendukung, donor, serta penerima manfaat air dan sanitasi. 

“Compendium yang diluncurkan pada pertemuan tingkat menteri harus diwujudkan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Basuki, Jumat, 24 Mei 2024.

Lebih lanjut, Basuki juga menekankan pentingnya meningkatkan sinergisitas antarpemangku kepentingan. Untuk tantangan air dan sanitasi juga perlu pendekatan yang holistik dan lintas sektoral.

Ia pun mengajak setiap negara untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.

“Dalam agenda air global, setiap negara harus menjadi bagian dari solusi melalui kolaborasi dan saling melengkapi, bukan melalui kompetisi,” ucapnya.

World Water Forum ke-10 menghasilkan Deklarasi Menteri, yang memberikan arah yang jelas di tengah tantangan global. Usul Indonesia soal Hari Danau Dunia juga dicantumkan, serta  pembentukan Center of Excellence untuk ketahanan air dan iklim, pengarusutamaan pengelolaan sumber daya air terpadu di pulau-pulau kecil. Berbagai inisiatif lainnya, juga melengkapi agenda aksi di bidang air Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UN Water Action Agenda.

Forum yang digelar selama sepekan di Bali itu menjadi unik karena mempertemukan semua pemangku kepentingan yang terkait dengan agenda air mulai dari pemerintah, anggota parlemen,  organisasi internasional, LSM, hingga sektor swasta, dan pemuda.

Tak lupa Indonesia juga mendorong peran pemuda untuk berkontribusi dalam penelitian dan  inovasi serta peran penting pemuda di sektor air dengan memberikan penghargaan ‘Bali Youth Water Prize’ dalam penyelenggaraan World Water Forum selanjutnya.

“Saya yakin penghargaan ini akan memberikan dorongan bagi generasi muda sebagai agen perubahan,” ujar Basuki.

Baca Juga: Sumur Resapan dan Master Meter Bukti Upaya Kolaboratif Pemerintah dan Swasta Beri Akses Air Bersih untuk Warga

Sebagai informasi, World Water Forum di Bali dihadiri lima kepala negara yakni, Presiden Indonesia Joko Widodo, Presiden Fiji Wiliame Maivalili Katonivere, Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe, Perdana Menteri Maroko Aziz Akhannouch, dan Perdana Menteri Tajikistan Qohir Rasulzoda, Aziz Akhannouch. 

Mantan Presiden Hungaria Janos Ader juga hadir sebagai utusan khusus. Sebanyak 51 Menteri hadir dan 57 pejabat tinggi, 27 organisasi internasional dengan total 135 pejabat tingkat menteri hadir. 

Selain itu sebanyak 200 anggota parlemen dari 49 negara turut hadir. Sebanyak 150 wakil pejabat lokal dan kawasan dari 23 negara, serta 847 wakil dari sub-regional.


Sumber: TVRI

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber (ANTARA, RRI atau TVRI).