RRI

  • Beranda
  • Berita
  • Dampak Perubahan Iklim pada Pertanian Pembahasan Terakhir WWF

Dampak Perubahan Iklim pada Pertanian Pembahasan Terakhir WWF

24 Mei 2024 09:34 WIB
Dampak Perubahan Iklim pada Pertanian Pembahasan Terakhir WWF
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat memimpin jalannya Pertemuan Tingkat Menteri di World Water Forum ke-10 2024 di Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (20/5/2024). (Foto: Dok WWF)

KBRN, Denpasar: Beberapa agenda diskusi masih mewarnai sesi-sesi akhir World Water Forum ke-10, di Nusa Dua, Bali, Jumat (24/5/2024). Salah satunya diskusi tentang bagaimana mengatasi perubahan iklim yang berdampak kepada air di bidang pertanian. 

Indonesia juga akan membagikan pengalamannya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim bertema Foresight Climate Change Impact Indonesia. Konsep ini berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian, ketahanan pangan, serta pengurangan emisi. 

Pendekatan CSA ini, menekankan pentingnya adaptasi terhadap keunikan geografis, konteks budaya, dan ekonomi, serta memfasilitasi pemahaman komprehensif tentang tantangan dan peluang. Hal ini berkesesuaian dengan kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 500 kabupaten/kota.

Selain itu, hari ini juga dilakukan beberapa sesi sintesis, yaitu sesi yang akan menyimpulkan pembahasan dan diskusi yang telah dilakukan selama empat hari sebelumnya. Beberapa sesi sintesis antara lain tentang Air yang aman untuk semua.

Serta, Pencegahan dan penanggulangan banjir terpadu, hingga Skema khusus dan insentif untuk mempromosikan green finance. Semua sesi diskusi berlangsung hingga sekitar pukul 14.30 WITA.

World Water Forum Ke-10 akan ditutup dengan closing ceremony yang akan dilaksanakan 16.40-18.10 WITA, di Mangupura Hall, Bali International Convention Center (BICC). Di akhir closing ceremony, akan ditandai dengan penyerahan tuan rumah World Water Forum Ke-11 kepada Arab Saudi.

Setelah seluruh sesi formal selesai, pada malam hari peserta World Water Forum ke-10 akan disuguhi dengan acara malam budaya Cultural Night di Taman Baghawan. Peserta disambut  dengan festival kuliner, pertunjukan budaya, kerajinan, musik daerah, hingga pameran produk unggulan dari daerah-daerah di Indonesia. 


Pewarta: Allan
Editor: Bunaiya
Sumber: RRI

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber (ANTARA, RRI atau TVRI).